Selasa, 20 Oktober 2015

Sejarah Nusantara Pada Era Kerajaan Islam



"Sesungguhnya pada kisah-kisah sejarah generasi terdahulu terdapat pengajaran (`ibrah) bagi orang-orang yang menggunakan akal." (Al-Qur'an, Surat Yusuf 111)

Sejarah Nusantara pada era kerajaan Islam
Kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan kejayaannya berlangsung antara abad ke-13 sampai dengan abad ke-16. Timbulnya kerajaan-kerajaan tersebut didorong oleh maraknya lalu lintas perdagangan laut dengan pedagang-pedagang Islam dari Arab, India, Persia, Tiongkok, dll. Kerajaan tersebut dapat dibagi menjadi berdasarkan wilayah pusat pemerintahannya, yaitu di Sumatera, Jawa, Maluku, dan Sulawesi.

Mesjid Demak salah satu peninggalan Kerajaan Islam di indonesia

1. Kerajaan Islam di Sumatera
Periode tahun tepatnya kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera masih simpang siur dan memerlukan rujukan lebih lanjut.
Kesultanan Perlak 

 
Kesultanan Peureulak adalah kerajaan Islam di Indonesia yang berkuasa di sekitar wilayah Peureulak, Aceh Timur, Aceh sekarang antara tahun 840 sampai dengan tahun 1292.[r] Perlak atau Peureulak terkenal sebagai suatu daerah penghasil kayu perlak, jenis kayu yang sangat bagus untuk pembuatan kapal, dan karenanya daerah ini dikenal dengan nama Negeri Perlak. Hasil alam dan posisinya yang strategis membuat Perlak berkembang sebagai pelabuhan niaga yang maju pada abad ke-8, disinggahi oleh kapal-kapal yang antara lain berasal dari Arab dan Persia. Hal ini membuat berkembangnya masyarakat Islam di daerah ini, terutama sebagai akibat perkawinan campur antara saudagar muslim dengan perempuan setempat.



1. Hikayat Aceh
Naskah Hikayat Aceh mengungkapkan bahwa penyebaran Islam di bagian utara Sumatera dilakukan oleh seorang ulama Arab yang bernama Syaikh Abdullah Arif pada tahun 506 H atau 1112 M. Lalu berdirilah kesultanan Peureulak dengan sultannya yang pertama Alauddin Syah yang memerintah tahun 520–544 H atau 1161–1186 M. Sultan yang telah ditemukan makamnya adalah Sulaiman bin Abdullah yang wafat tahun 608 H atau 1211 M.[1]

Buku Zhufan Zhi , yang ditulis Zhao Rugua tahun 1225, mengutip catatan seorang ahli geografi, Chou Ku-fei, tahun 1178 bahwa ada negeri orang Islam yang jaraknya hanya lima hari pelayaran dari Jawa.[2] Mungkin negeri yang dimaksudkan adalah Peureulak, sebab Chu-fan-chi menyatakan pelayaran dari Jawa ke Brunai memakan waktu 15 hari. Eksistensi negeri Peureulak ini diperkuat oleh musafir Venesia yang termasyhur, Marco Polo, satu abad kemudian. Ketika Marco Polo pulang dari Cina melalui laut pada tahun 1291, dia singgah di negeri Ferlec yang sudah memeluk agama Islam.[3]

Sabtu, 30 Mei 2015

Batu Mulia Bulungan

Batu Mulia Bulungan .KALIMANTAN UTARA


ACCESSORIES BATU MULIA BULUNGAN
“ WIRA FAJAR “
Alamat : Jl. Tanjung Palas Hulu,
Kec,Tanjung Palas, Kab Bulungan, Kalimantan Utara
Email :  marsallawo@gmail.com atau marsallawo.blogspot.com

Melayani  Penjualan online Accessories batu mulia/akik Bulungan, Kalimantan Utara. Untuk berbagai macam motif batu cincin berkelas.
KOLEKSI BATU MULIA DENGAN KEBERSAMAAN


Penjualan :
1.      Beli  : Konfirmasi lewat email  marsallawo@gmail.com batu cincin kode  berapa dipesan / mau dibeli  Kami akan bertransaksi dengan anda menggunakan email.
2.      Setelah konfirmasi baru transfer uang pembelian dengan ongkir

3.      Bukti transfer supaya dikirim lewat email


Batu Mulia Bulungan, Kalimantan Utara
Kode : M.BTK_1
Motif : Batik Borneo campur timah.tidak tembus
Warna : Ungu, Putih, Kuning, Hijau
Harga     : Rp. 2.385.000,






Batu Mulia Bulungan, Kalimantan Utara
Kode : M.TRT_1
Motif : Teratai Borneo
Warna : Cokelat keemasan
Harga     : Rp. 3.450.000,




Sabtu, 14 Maret 2015

Muhammad al Mahdi ( Imam Mahdi )



Muhammad al-Mahdi


marsallawo.blogspot.com.Muammad al-Mahdī (lahir 868) adalah Imam Syi'ah ke-12 dan terakhir. Kalangan Syi'ah percaya bahwa Imam Mahdi dilahirkan tahun 868 sebagai Muhammad bin Hasan bin Ali. Imam ke-11 meninggal pada tanggal 8 Rabiulawal 874, sejak saat itu, anaknya Muhammad menjadi Imam. suatu saat dia akan kembali kedunia menumpas dajjal


Cerita, Tentang Imam Mahdi

Imam Mahdī (Muhammad al-Mahdī, Mehdi; "Seseorang yang memandu") adalah seorang muslim berusia muda yang akan dipilih oleh Allah untuk menghancurkan semua kezaliman dan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat.

Hal ini diterangkan dalam sebuah hadist nabi yang diriwayatkan oleh Thabrani.
Telah bersabda Rasulullah SAW:
Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah SWT akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Muhammad bin Abdullah). Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun. (HR. Thabrani)
Hadist lain yang menerangkan tentang kedatangan Imam Mahdi adalah sebagai berikut:
Telah bersabda Rasulullah SAW, "Pada akhir zaman akan muncul seorang khalifah yang berasal dari umatku, yang akan melimpahkan harta kekayaan selimpah-limpahnya. Dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya. (HR. Muslim dan Ahmad)



Etimologi
Imam Mahdi sebenarnya adalah sebuah nama gelar sebagaimana halnya dengan gelar khalifah, amirul mukminin dan sebagainya. Imam Mahdi dapat diartikan secara bebas bermakna "Pemimpin yang telah diberi petunjuk". Dalam bahasa Arab, kata Imam berarti "pemimpin", sedangkan Mahdi berarti "orang yang mendapat petunjuk".

Nama Imam Mahdi sebenarnya seperti yang disebutkan dalam hadist di atas, ia bernama Muhammad (seperti nama Nabi Muhammad), nama ayahnya pun sama seperti nama ayah Nabi Muhammad SAW yaitu Abdullah. Nama Imam Mahdi sama persis dengan Rasulullah SAW yaitu Muhammad bin Abdullah.

FeedCount